Perspektif
Home / Perspektif / Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran Hutan dan Lahan

Rakyat sangat menderita, karena kebijakan pemerintah
Oleh: Harjoso Tjatur Prijanto

Hari ini sejak tiga bulan yang lalu dan entah sampai kapan akan berakhir, rakyat Kalimantan, Sumatera bahkan sampai Papua di buat sangat menderita karena menghirup asap yang pekat dari hutan-hutan yang dibakar.

Ya, hutan-hutan itu dibakar oleh segelintir manusia yang hanya memikirkan keuntungan diri sendiri dengan mengabaikan penderitaan rakyat banyak. Perilaku seperti itu telah berjalan puluhan tahun sejak pemerintah mengijinkan pembabatan hujan untuk diubah menjadi Perkebunan Sawit, dan pertambangan.

Siapa yang diuntungkan dari kebijakan itu adalah….? Ya, hanya para oligarki yang cuma segelintir manusia. Sebenarnya negara sangat dirugikan dan rakyat menjadi sengsara hidupnya. Kebijakan seperti itu berjalan sampai hari ini. Walaupun pemerintahan Prabowo sudah mulai bertindak tegas untuk menghukum para pengusaha nakal, tetapi sangat terlambat, dan belum jelas kemana dan bagaimana tindakan selanjutnya.

Selama Perkebunan Sawit itu tidak dibatasi, maka sampai kapanpun pembakaran hutan pasti akan terus terjadi. Rakyat di sekitar perkebunan bahkan dalam satu pulau tetap menderita. Lalu dimana letak keadilan bagi rakyat jelata. Mereka tidak memperoleh manfaat apa-apa kecuali nafas yang semakin terengah-engah. Bayi-bayi yang tergelimpang lunglai.

Sampai kapan hal seperti akan berakhir?

 

Ternyata Saya Jadi ATC

PENGHUTANAN KEMBALI
Sangat jelas Perkebunan Sawit itu dan juga pertambangan telah merusak ekosistem hutan. Tanaman sawit itu sangat berbeda sifatnya dengan tanaman hutan ciptaan alam (baca ciptaan Allah SWT).

Tanaman sawit cenderung menyerap sumber air, sehingga tanah menjadi mudah kering. Yang bisa tumbuh hanyalah rumput-rumput liar yang mudah terbakar. Sudah begitu, memang ada kesengajaan dibakar, untuk membuka lahan sawit baru. Jelas pemerintah daerah yang sumber dananya terbatas tidak mampu menanggulangi api yang semakin membesar.
Bukankah TKD untuk daerah sudah banyak dipotong oleh pemerintah pusat. Jalan satu-satunya untuk menanggulangi bencana ini hanyalah PENGHUTANAN kembali. Batasi dan perkecil perkebunan sawit. Lalu tanami kembali dengan pohon-pohon sesuai habitat aslinya. Persetan dengan devisa, wong kenyataannya keuntungan dari perkebunan tidak pernah dinikmati oleh rakyat. Negara pun akhirnya juga dirugikan harus mengeluarkan uang bermiliar-miliar untuk pemadaman kebakaran hutan, biaya pengobatan dan lain-lain, yang bisa saja jauh lebih besar dari pajak perkebunan yang diterima oleh negara.

Paling yang diuntungkan hanyalah pejabat-pejabat korup, penghianat negara dan rakyat kecil.

Sekali lagi HUTANKAN KEMBALI PERKEBUNAN SAWIT agar rakyat tidak terus menerus menderita.

 

Jakarta, 15 Oktober 2026

HARJOSO TJATUR PRIJANTO

Penulis

Redaksi

Editor

Redaksi

Related Posts

Latest Posts

Populer

Wayang: Warisan Budaya Tradisional Jawa

Kebakaran Hutan dan Lahan

Brasil Pulang

Share