Jin dan manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang menghuni alam semesta ini. Allah SWT berfirman : ‘Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKU” (QS 51:56). Jin diciptakan dari nyala api yang sangat panas (QS 15:27) dan manusia dari tanah liat kering dan lumpur hitam (QS 15:26).
Pada suatu hari Selasa menjelang Isya, kami berada pada sebuah majelis pengajian. Setelah pembahasan yang seru, muncullah sebuah pemahaman baru mengenai penciptaan Ini sungguh membuat terperangah. Dan mengubah semua pemahaman yang selama ini diyakini.
Pernyataan Kang Iip Ustadz kami sederhana. Beliau mengatakan bahwa selain manusia, berarti Jin! Jin itu adalah energi yang bisa berbentuk dan tidak berbentuk. Lho apalagi ini? Mengapa begitu? Wah mesti berhati-hati dalam memahami dan menangkap penjelasan ini. Setelah kami terbingung-bingung, lalu Kang Iip mencari pada laptopnya video tentang penciptaan alam semesta : The Story of Universe. Video dengan durasi 10 menit itu menggambarkan bagaimana alam semesta ini terbentuk.
Dimulai dari partikel yang melayang-layang bebas di angkasa lalu membentuk atom, nucleus. Kemudian memadat dan mengeras menjadi benda angkasa, lalu meledak sebagai gumpalan api yang sangat besar dan panas. Kemudian mulai mendingin dan membentuk planet-planet besar dan kecil. Lalu membentuk galaxy yang bentuknya seperti ular yang melingkar dan bergerak-gerak.
Kemudian mulailah tercipta mahluk dengan sel satu dan muncul yang bersel banyak. Terbentuklah tumbuh-tumbuhan, flora. Setelah itu terbentuk binatang-binatang. Dari mulai satwa yang melata, berjalan dengan perutnya, binatang berkaki 2, berkaki 4, kera, primata simpanse, manusia kera dan seterusnya.
Pada tahap terakhir Allah menciptakan manusia dari tanah liat kering dan lumpur hitam (QS 15:26). Sebenarnya manusia adalah mahluk yang diciptakan dengan menyempurnakan mahluk dari penciptaan sebelumnya. Oleh sebab diciptakan dengan menyempurnakan itulah, maka manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna. Di dalam tubuh manusia ini, terdapat semua unsur alam semesta. Ada rahasia tersembunyi dibalik penciptaan ini. Sebenarnya manusia diciptakan sebagai “wadah” Allah, agar manusia mampu sebagai khalifah, menyembah Allah dan dapat mengelola alam ini dengan baik. Oleh sebab itulah mengapa Orang Jawa kemudian menyebut manusia adalah sebagai Jagad Cilik. Dan alam semesta disebut sebagai Jagad Gedhe.
MANUSIA DAN JIN (ENERGI)
Manusia sebagai mahluk ciptaan yang paling sempurna, lalu diambil janji dan dijadikan sebagai Khalifah Allah di dunia (QS 33:7).

Semua tindakan dan perilakunya mesti mengacu kepada Kitab Allah yang menjadi panduan sebagai khalifah di dunia.
Jika manusia menyalahi atau berbuat dzalim, maka sebenarnya dia mengikuti atau tergoda dengan Jin Kafir. Perilakunya yang melenceng dari perintah Allah, membuat alam semesta akan memberi peringatan-peringatan. Bentuknya dapat berupa malapetaka dan musibah : banjir, longsor, wabah, gunung meletus dan berbagai macam bencana lainnya.
Jin dari konsep penciptaan tersebut, dapat berwujud dan tidak berwujud. Yang berwujud mudah dilihat karena kasat mata. Yang tidak berwujud adalah seperti : angin, udara, panas, ether. Energi itu berdampak baik dan buruk bagi manusia. Itu terpulang kepada manusia sendiri bagaimana menggunakan dan memanfaatkannya. Manusia mesti mampu mengendalikan energi. Bagaimana mengelola energi sinar matahari begitu melimpahruah. Lalu manusia menangkap energi tersebut dengan lembaran photo-cell. Lalu menyimpan energi itu untuk dimanfaatkan untuk berbagai macam manfaat dan kegunaan.
Menemukan teknologi baru secara hakikat adalah sunatullah. Manusia diberi kemampuan untuk menjadi khalifah Allah di dunia ini. Penemuan teknologi akan terus berkembang, sejalan dengan perkembangan jaman. Ini adalah fitrah yang tersurat dan diberikan Allah SWT, agar manusia mampu mengelola bumi dan seisinya.
Yang tidak kasat mata misalnya adalah sinar matahari, yang menjadi sumber kehidupan di alam semesta ini. Sebuah konsep maha canggih telah diciptakan. Cobalah kita merenungkannya dengan baik. hanya dengan menciptakan matahari yang bersinar. Semua derivasi dan kemungkinan dapat terjadi dari penciptaan ini.
Yang bersifat positif : sinar matahari membuat tekanan udara berbeda di beberapa tempat. Itu membuat angin berhembus, sehingga terbentuk awan, lalu menurunkan hujan, menyuburkan tanah. Angin membawa serbuk sari dari bunga-bungaan yang memungkinkan terjadinya pembuahan, dan sebagainya.
Yang bersifat negatif : sinar matahari membentuk awan menimbulkan badai dan taufan yang merusak, membuat lautan bergolak. Anda dapat membayangkan bentuk lain dari kemungkinan tersebut. Itu semua jika dimaknai dari kepentingan manusia, disebut sebagai musibah dan malapetaka.
MANUNGGALING KAWULA-GUSTI
Akhirnya, tulisan in sekedar pembuka untuk pemahaman lebih lanjut. Banyak hal yang mesti diklarifikasi dan dikonfirmasi kepada para Ustadz dan Kyai yang mendalami ini secara intensif. Terimakasih kepada Kang Iip. Pembahasan ini mengantarkan (terutama untuk saya) kepada sebuah pemahaman, bahwa pada akhirnya jika manusia menjalankan hidupnya sesuai kaidah-kaidah Allah, dia akan terhindar dari godaan Jin Kafir. Dia akan konsisten menjalankan fungsinya ketika diberi tugas menjadi khalifah didunia. Semua yang dikerjakan adalah dalam rangka mensukseskan tugas yang sejatinya program Allah di dunia ini. (QS 19:15) dan (QS 19:33).

Dia lebih mengutamakan Allah daripada yang lainnya. Jika dia mampu melakukan itu semua; maka dia akan sampai pada tahap fana. Atas ijin Allah maka sampailah dia pada tahap bersatu dengan Allah : manunggaling kawula-Gusti
Ini mudah disebutkan tetapi praktek-nya sungguh sulit luar biasa. Kepentingan pribadi sebagai manusia dan Jin kafir dengan manis terus menggoda dan menghalangi untuk sampai pada maqam tahapan itu. Astaghfirullah …

