Oleh : Ki Pandan Alas
“Cognitive Reframing” (CR) adalah teknik dalam psikologi untuk mengubah cara kita melihat, menafsirkan, atau memaknai suatu peristiwa, sehingga emosi dan respons kita menjadi lebih sehat dan konstruktif.
Sederhananya, bukan situasinya yang diubah, tapi cara berpikir kita tentang situasi itulah yang diubah.
Mengapa CR Penting?
Seringkali yang membuat kita stres, marah, atau sedih bukan kejadian itu sendiri, tetapi cara kita menafsirkannya.
Contoh:
“Saya gagal → Saya tidak berguna”
“Saya gagal → Ini proses belajar”
Maknanya menjadi berubah, dan emosinya pu jadi ikut berubah.
Cara kerja Cognitive Reframing
- Sadari pikiran otomatis
- Tangkap pikiran negatif yang muncul spontan
- Uji kebenarannya
- Apakah ini fakta? Atau hanya asumsi?
- Cari sudut pandang lain. Adakah cara melihat yang lebih adil dan positif?
- Ganti dengan pikiran yang lebih sehat. Bukan membohongi diri, tapi menyeimbangkan
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
- Ketika dikritik, pikiran awalnya adalah “Saya diserang”. Lalu mengubah pikiran: “Mungkin ini masukan untuk berkembang”
- Ketika rencana gagal, pikiran awalnya : “Semua berantakan”. Lalu mengubah pikiran: “Ini bukan jalan yang tepat, coba cara lain”
- Ketika melihat orang lain lebih sukses. Pikiran awalnya: “Saya kalah”. Lalu mengubah pikiran: “Saya punya jalur dan waktu sendiri”
Manfaat CR
- Mengurangi stres dan kecemasan
- Membuat emosi lebih stabil
- Meningkatkan ketahanan mental (resilience)
- Membantu pengambilan keputusan lebih jernih
Catatan Penting
Cognitive reframing bukan berpikir positif secara palsu, tetapi:
- Melihat realitas lebih utuh
- Tidak terjebak pikiran negatif yang sempit
Inti sederhananya adalah :
Peristiwa → Pikiran → Perasaan → Tindakan
Jika pikiran diubah, maka seluruh rantai akan ikut berubah.
——————–
Akhirnya, ini butuh kesadaran dan latihan. Sebab kebanyakan dari kita nggak mau mengubah pikiran karena merasa pikirannya sudah benar, malah paling benar.
KPA : 10 Juli 2026

