Catatan HLG
Home / Catatan HLG / Kopi dan Gula

Kopi dan Gula

background of sugar cubes

Kopi sudah menjadi icon yang fenomenal. Semua kegiatan bisnis dimulai dengan acara ngopi bersama-sama. Jika seseorang mengajak anda untuk memulai melakukan kegiatan bisnis bersama, hampir selalu ajakannya berupa ngopi bareng. Kopi sungguh menjadi sarana yang sangat efektif untuk membangun hubungan. Hubungan yang saling menguntungkan dan bermanfaat. Dalam hal itu kopi ternyata mampu memberi efek penting dan menjadi sebuah fenomena yang luar biasa.

Selanjutnya untuk menghasilkan rasa yang mantap, kopi selalu disandingkan dengan gula. Walaupun bagi penikmat kopi yang sebenarnya, kopi justru dinikmati tanpa gula. Bagi penikmat kopi seperti mereka ini, kopi tanpa gula justru memberi rasa kopi asli yang sesungguhnya. Begitu katanya.

Baiklah mari kita bahas dalam fenomena yang lain dalam bentuk gabungan antara kopi dan gula. Kopi memang sangat dominan. Walaupun gula sebenarnya berperan cukup signifikan, tetapi gula tidak pernah disebut dalam minuman secangkir kopi. Jika kurang gula, maka disebut kopi pahit. Dan jika gulanya banyak, maka disebut kopi manis. Yang disebut selalu kopi, tidak pernah gula. Itulah hebatnya kopi! Jadi pilihannya terserah kepada anda, mau menjadi kopi atau gula?

Mengapa kopi lebih dominan? Barangkali untuk dapat menjadi kopi pilihan, memang prosesnya tidak sederhana. Kopi Solong di Aceh sampai dengan kopi dari dataran tinggi Amungme di bukit Papua sana, adalah salah dua diantara kopi-kopi paling enak di Indonesia. Proses untuk menjadi kopi yang enak, perlu tahapan panjang dan rumit sebelum sampai di meja anda.

Analoginya dengan suatu keberhasilan, untuk menjadi sekaliber kopi yang selalu dominan perlu bekerja keras. Ada sedikit faktor luck dan network yang handal. Saya tidak ingin mengulasnya lebih mendalam mengenai ini. Mari kita contoh saja mereka yang berhasil mengatasi tentangan dan tantangan. Bagaimana mengubah ancaman menjadi peluang. Tidak ada yang mudah. Selalu ada cerita heroik, bagaimana mereka orang-orang yang sukses itu membangun masa depannya. Dan bagaimana mereka berproses dari seorang yang bukan siapa-siapa menjadi idola, From zero to hero.

Kita cenderung kagum, terpukau dan barangkali sedikit jelaous melihat keberhasilan mereka. Tetapi jarang atau sedikit sekali yang berani melakukan seperti apa yang mereka lakukan, ketika masih dalam tahap berjuang untuk meraih keberhasilan. Yang dilihat dan diperhatikan hanya ketika mereka sudah sukses saja. Dan biasanya yang dilihat hanya melihat keberhasilannya saja, susah-payahnya tidak begitu diperhatikan!

Itu dari sisi kopi, bagaimana jika menjadi gula? Jika diperhatikan dan dicermati, yang dinilai dari gula adalah rasa manisnya. Kopi pahit atau kopi manis adalah karena gula melarutkan dirinya menjadi bagian dari kopi yang nikmat. Eksistensi gula dinilai dari hasil karyanya, bukan dari dirinya sendiri! Rasa manis adalah eksistensi dan karya si gula. Sederhana seperti itu, tetapi dalam kehidupan itu tidaklah sederhana.

Marilah kita perhatikan fenomena ini. Semua yang diberikan dan dikerjakan orang, selalu dinilai sebagai hasil tindakan dan perilakunya. Yang dinilai teman-teman, kolega dan masyarakat adalah hasil karya yang sudah diusahakan oleh seseorang. Bukan wujud dari orang yang bersangkutan secara fisik. Lebih jauh lagi mereka menilai dari adalah karya yang berguna dan memberi manfaat, terutama kepada orang-orang dan lingkungan sekelilingnya.

Pelajaran Dari Laga Final 2026

Akhirnya, marilah kita berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain. Pilihannya terserah dan terpulang kepada anda. Ingin menjadi kopi atau gula. Kedua-duanya memberi efek positif pada porsi dan takaran tertentu.

Maaf jika salah …

Penulis

Heru Legowo

Related Posts

Latest Posts

Populer

Membaca Menambah Wacana

Brasil Pulang

Wajib Belajar dan Mencari Ilmu

Share