Catatan HLG
Home / Catatan HLG / Cerdas Cermat

Cerdas Cermat

Oleh : Ki Pandan Alas

 

Kasus “Cerdas Cermat” itu sebenarnya hanya “the tip iceberg” puncak gunung es dan kulminasi dari keruwetan yang terjadi di negara ini.

——————————————–

Polemik penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi KalBar.

Pada pertanyaan rebutan, Grup C dari SMAN1 Pontianak menekan bel lebih dulu. Menjawab. Disalahkan juri. Nilai minus 5.

Pertanyaan dilempar. Dan dijawab regu B. Jawaban sama persis. Tapi juri memberi nilai 10.

Salah satu peserta regu C langsung protes.

Menulis Untuk Menginspirasi

——————————————–

Pada beberapa kasus terjadi, orang-orang yang benar, yang melakukan sesuatu sesuai prosedur dan ketentuan, mesti tersingkir.

Kok begitu? Sebab bertentangan dengan kepentingan yang lebih luas.

Akibatnya orang yang seperti itu, lalu disalahkan, dipojokkan dan dibuat tidak berdaya, sehingga kebenaran menjadi tersingkir dan luntur.

Efek berikutnya, hilanglah fungsi kontrol atas segala sesuatu. Kebenaran menjadi seakan tidak berdaya, ketika berhadapan dengan atas nama “kepentingan yang lebih luas” itu.

Diakui atau tidak, kasus seperti “Cerdas Cermat” itu terjadi di lapisan masyarakat. Hanya saja tidak sempat muncul, tidak menjadi laporan, tidak menjadi temuan, dan tidak diketahui oleh banyak orang.

Di sinilah terbukti, bahwa medsos melaporkan dengan langsung dan menyentuh semua pihak. Dan karena itu, membuat kasus “Cerdas Cermat” viral dan menjadi perhatian luas.

Pada skala yang lebih besar dan lebih luas, itu suatu kondisi yang sangat memprihatinkan!

Orang yang benar, dikatakan salah, oleh orang di sekelilingnya. Ketika mayoritas menganggap dia salah, maka dia pun menjadi salah.

Terus bagaimana?

Itulah bentuk dari sikap kedewasaan masyarakat. Dimana kita termasuk di dalamnya.

Mungkin butuh keyakinan, kemauan dan waktu untuk bisa menghargai kebenaran. Kemudian menempatkannya pada tempat yang tertinggi lebih dari kepentingan kita bersama.

Kasus “Cerdas Cermat” sebaiknya jangan hanya menjadi heboh sementara saja.

Sebab itu menjadi cerminan masyarakat kita. Diakui atau tidak diakui, begitulah yang terjadi.

Seyogyanya, mesti ada usaha nyata untuk terus menempatkan kebenaran, di atas kepentingan kita yang lain.

Semoga kita terus berusaha menempatkan kebenaran di atas semua kepentingan kita. Ini sesuatu yang ideal, tetapi sulit dilakukan tanpa komitmen bersama.

Akhirnya, semoga kita semua semakin “Cerdas & Cermat” menghadapi kehidupan yang semakin mengagungkan materi ini.

 

KPA : Rabu, 14 Mei 2026

Penulis

Heru Legowo

Editor

Redaksi

Related Posts

Latest Posts

Populer

Membaca Menambah Wacana

Wajib Belajar dan Mencari Ilmu

Idul Fitri di Tengah Rudal

Share