Spiritual
Home / Spiritual / Surat Al Fatihah

Surat Al Fatihah

Pada Ahad Legi tanggal 21 Maret 2021, Pengajian Nurul Ilmi Masjid Blangkon Al-Fath, Ustadz Ahmad Hasanuddin Umar memberikan pengajian. Ini adalah yang kedua kalinya beliau memberi materi pengajian, sesuai jadwal beliau minggu ke tiga setiap bulan.

Jumlah yang hadir semakin banyak. Sekitar 75 orang. Panitia dengan tegas menerapkan protokol kesehatan. Meminta jamaah mengikuti 3M. Oleh sebab itu pengajian dipindahkan ke luar dari ruangan masjid, dan diselenggarakan di halaman masjid. 

Alhamdulillah lantai di luar masjid, semua sudah tertutup keramik. Jamaah dapat duduk dengan nyaman di atas tikar. Hanya saja sedikit panas, karena canopy belum jadi. Semoga pada saatnya nanti canopy segera selesai, sehingga pelaksanaan pengajian selanjutnya lebih nyaman.

Ustadz Ahmad Hasanuddin Umar melanjutkan pengajian pada bulan lalu, topiknya membahas Surat Al-Fatihah. Pembahasan berlanjut pada ayat Maaliki yaumiddin artinya Yang menguasai Hari Pembalasan. Kata malik jika ma panjang artinya Pemilik. Jika pendek artinya Raja. DIA lah Pemilik dan Raja pada Hari Pembalasan.

Dalam menghadapi yaumul hisab, manusia semestinya mempersiapkan diri. Orang berakal dan orang cerdas adalah mereka yang menghitung dan mengevaluasi dirinya. Mereka bukan orang yang meninggikan dirinya, tetapi bersiap diri sebelum memasuki kehidupan setelah dunia ini. 

Sebaliknya orang bodoh adalah mereka yang mengikuti hawa nafsu dan mencintai dunia. Mereka berharap kelak masuk surga, tetapi tidak melakukan apa-apa. 

Kesimpulannya bahwa Allah SWT menyenangi pujian. Oleh sebab itu setiap akan memulai doa seyogyanya diawali dengan memuji Allah. Ini bukan karena kita ingin meminta. Semestinya seluruh alam semesta memuji Allah, seandainya semua memahami dan mengerti betapa Allah Maha Besar. Tetapi kita tidak boleh minta dipuji, atau  memuji diri sendiri. Jangan pernah menganggap baik diri sendiri. 

Sekarang banyak orang ingin dipuji. Pujian itu sebenarnya hanya diberikan jika ada sesuatu yang istimewa. Tetapi sekarang banyak orang memuji orang  lain, mengenai sesuatu yang tidak ada. Sesuatu yang sebenarnya bahkan tidak ada yang pada diri orang yang dipuji. Jika begitu, ini adalah bentuk kebatilan. Jika berbicara dan memuji orang, padahal orang tersebut tidak memiliki apa yang layak dipuji. Itu namanya omongan palsu dan bohong. Ini termasuk dosa besar! 

Piramida Sakkhara

Mengapa dosa termasuk besar? Sebab banyak orang sudah tahu bahwa bohong itu dosa, tetapi orang menyepelekan ini dan tetap melakukannya. Sebuah pujian harus sesuai dengan fakta. Jika tidak sesuai dengan fakta, maka itu adalah suatu kebohongan.

Ayat berikutnya adalah Iyya kana’ budu wa iyya kanasta’in artinya : hanya Allah yang kami sembah dan hanya kepada Allah lah kami meminta pertolongan. Dalam hal meminta pertolongan ini, manusia terbagi menjadi 4 golongan, mereka adalah :

  • Golongan tidak ibadah dan tidak minta tolong kepada Allah. 
  • Ibadah kepada Allah, tetapi minta tolongnya kepada selain Allah. 
  • Minta tolong kepada Allah, tetapi ibadahnya bukan kepada Allah.
  • Ibadah kepada Allah dan minta kepada Allah.

Pada kasus golongan kedua. Minta tolong kepada Kyai, jika berhadapan langsung dan menjelaskan masalahnya maka ini dapat dibenarkan. Artinya ber-tawasul kepada Kyai. Tetapi ada kasus yang unik. Rumah seseorang terbakar di Jepara. Kemudian dia berteriak dan menyebut-nyebut nama Kyainya dan mohon pertolongan. Padahal Kyai-nya ada di Gombong. 

Memang benar akhirnya rumahnya tidak terbakar. Dan kemudian yang punya rumah menceritakan, betapa hebatnya Kyai-nya. Menurut Ustadz Ahmad ini termasuk syirik. Meminta tolong bukan kepada Allah, tetapi kepada Kyai.

Jika mengalami musibah apa saja, pertama meminta tolonglah kepada Allah. Baru kepada manusia. Misalnya, ban motor pecah. Tetap saja, permintaan pertama adalah kepada Allah. Tentu saja bukan minta Allah untuk menambal ban. Tetapi minta agar semua kesulitan akibat ban pecah ini, dapat diselesaikan lancar. Baru setelah itu, mencari tukang tambal ban. Tentu saja berbagai masalah bisa terjadi, tetapi pastikan minta tolonglah kepada Allah. Banyak dari kita lupa dalam hal yang satu ini.

Selanjutnya beliau menekankan, bahwa ketika orang berdoa hendaknya mengawali doanya dengan memuji Allah. Kemudian bershalawat kepada Rasulullah. Lalu menyadari bahwa dirinya dzalim dan lemah seperti dalam doa Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan. 

Sesudah itu semua, baru memanjatkan hajatnya. Insya Allah doanya terkabul. Bukan hanya salawat saja, tetapi juga memohon agar diberi petunjuk. Siapa yang belajar dan juga memohon petunjuk, maka penduduk langit akan ikut ber-istighfar.

Sebuah petunjuk selalu mengandung penjelasan. Dan itu ada dua hal, hidayatul bayan dan hidayatul taufik. Yang pertama hidayatul bayan suatu petunjuk, tetapi tidak segera menggerakkan orang untuk melakukan petunjuk itu. Yang kedua hidayatul taufik petunjuk dan pasti menggerakkan orang untuk melakukan apa yang ada dalam petunjuk itu. Sebab itu adalah petunjuk dari Allah. 

Suatu doa yang dilangitkan kepada Allah, akan dikabulkan Allah dengan tiga kriteria, yaitu :

  • Ijabah langsung. Apa yang diminta dalam doa langsung dikabulkan Allah, dan terwujud menjadi sesuatu yang nyata. 
  • Allah menyimpan lebih dulu. Dan baru diberikan ketika berada di akhirat kelak. Jadi ada jeda waktu antara doa dan ijabah Allah. 
  • Allah memberikan secara tidak langsung. Adapun wujudnya dapat berbagai macam, misalnya diberi kesehatan, dijauhkan dari keburukan, dihindarkan dari tabrakan, contohnya jika mengalami tabrakan selamat dari maut, tidak mengalami luka serius, dan yang semacam itu.

Oleh sebab itu seyogyanya, kita berprasangka baik kepada Allah. Jangan mudah curiga, kok doanya tidak dikabulkan. 

Jangan juga putus asa. Selalu sabar dan tawakal, sebab barangkali Allah mengabulkan doa tidak seperti apa yang kita inginkan. Allah memberi apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan manusia.

Demikianlah pengajian Masjid Blangkon Al-Fath, Ahad pagi 21 Maret 2021. Sebenarnya waktu pengajian dapat sedikit diperpanjang, tetapi karena matahari sudah naik dan posisi Pak Ustadz tidak terlindung dengan baik, sehingga menyebabkan silau. Lain kali rasanya perlu dicari solusi mengenai hal ini. 

Akhirnya, semoga pengajian ini dapat meresapi hati para pendengar yang hadir dalam pengajian. Memberi pencerahan dan membuat hati ringan, lebih memahami dengan lebih dalam lagi. 

Semoga berkah Allah senantiasa melimpah dan meridhai kita semua, sehingga Insya Allah kita masih dapat bertemu lagi pada pengajian berikutnya. 

Aamiin

Penulis

Heru Legowo

Editor

Indro Sutanto

Related Posts

Latest Posts

Populer

Membaca Menambah Wacana

Wajib Belajar dan Mencari Ilmu

Sehari di Washington DC

Share