Catatan HLG
Home / Catatan HLG / Idul Fitri di Tengah Rudal

Idul Fitri di Tengah Rudal

Oleh: Ki Pandan Alas

 

Idul Fitri hari ini. Selamat merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Di Indonesia semua sibuk bergembira, saling meminta dan memberi maaf. Sejenak melupakan semua perseteruan, persengketaan dan kita saling memaafkan dengan hati tulus ikhlas.

Sementara di Timur Tengah Iran terus berperang melawan koalisi, dikeroyok oleh “IsAs” Israel dan Amerika.

Selama puasa, Iran masih terus berkutat mempertahankan diri dan membalas serangan. Yang terbaru Rudal Sijjil-nya memasuki Tel Aviv. Sijjil itu artinya “batu yang membara.”

Rudal Sijjil-nya ini memiliki kecepatan 15X kecepatan suara. Ketika memasuki udara Tel Aviv, memecah diri menjadi 50, dan masing-masing tidak mampu dicegat oleh Arrow-3, David Sling dan Iron dome.

Idul Fitri, alih-alih merayakan dengan gembira para prajurit Iran tampaknya lebih sibuk di bunker mempersiapkan serangan dan merakit rudal. Membayangkannya saja, sudah serem. Sudah ribuan rakyat dan prajurit, termasuk anak-anak sekolah putri yang jadi korban serangan Koalisi “IsAs.”

Piramida Sakkhara

Mereka shalat di tengah-tengah persiapan tempur yang terus harus dilakukan. Sebab gempuran Amerika dan Israel tidak pernah berhenti.

Mereka berpuasa dan merayakan Idul Fitri, sembari bersiap untuk menghadapi serangan rudal yang setiap kali bisa datang di mana saja.

Selain itu juga mempersiapkan diri membalas serangan. Sebab Iran sudah bertekad untuk tidak mau gencatan senjata. Sudah sekian lama mereka mengalah. Sebelumnya ketika di serang, Iran hanya membalas dengan kualitas yang sama.

Tetapi kali ini tampaknya Iran all out, dalam melakukan operasi serangan “Janji Setia”

Pidato pertama Mojtaba Khamenei dengan jelas memberi isyarat tidak menyerah. Mereka bahkan bersiap jika harus bertempur sampai orang yang terakhir. Kalau di Jawa itu namanya “Tiji Tibéh = Mati Siji, Mati Kabeh”.

Sebagai sesama orang muslim kita sudah layak ikut membantu doa kepada mereka untuk berjuang melawan zionisme dan nafsu angkara Amerika. Apalagi Ketika seorang pemimpin negara dan pemimpin spiritual itu menjadi korban target serangan.

Sangat dimengerti jika mereka melakukan perang pembalasan yang setimpal yang bisa memberi efek jera.

PESAWAT F-35 LIGHTNING II

Cerita perang terbaru. Pesawat F-35 Amerika selama ini tidak pernah gagal dalam melakukan serangan udara.

Dan tanggal 19 Maret 2026, pesawat F-35 terpaksa mendarat darurat karena terkena serangan anti pesawat udara Iran. Dan Iran meng-claim bahwa teknologi yang digunakannya adalah milik Iran sendiri.

Pesawat yang super-canggih ini yang harganya $100 juta. Apabila sampai terkena serangan, itu menunjukkan arogansi Amerika sudah mulai terkikis. Jadi Ketika bisa diserang dan kena, itu memalukan bagi Amerika. Kok gitu? Sebab itu pesawat super canggih dan stealth, memiliki kemampuan untuk tidak terdeteksi oleh radar.

Saya beruntung sempat melihat F-35 Lightning II ini, ketika di Bali Airshow. Ketika demo F-35 ini unjuk kebolehan di Bali. Dan memang pesawat itu luar biasa. Apalagi waktu itu yang menerbangkan pilot perempuan. Tambah luar biasa lagi.

EPILOG

Kita lupakan sejenak, dan kembali merayakan Idul Fitri. Semoga ibadah kita diterima dan kita kembali Fitri menjaga apa yang sudah diperoleh di bulan Ramadan ini.

Sebenarnya, Idul Fitri bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari hidup yang lebih sadar diri. Jika setelahnya kita lebih sabar, lebih ringan dalam memberi, dan lebih mudah memaafkan—itulah tanda bahwa Ramadhan benar-benar hidup dalam diri kita.

MOHON MAAF LAHIR BATIN …

KPA: 20 Maret 2026

Penulis

Heru Legowo

Editor

Indro Sutanto

Related Posts

Latest Posts

Populer

Membaca Menambah Wacana

Wajib Belajar dan Mencari Ilmu

Sehari di Washington DC

Share