Perspektif
Home / Perspektif / Analogi Perang Khandaq

Analogi Perang Khandaq

Oleh : Ki Pandan Alas

 

Pertempuran Khandaq (Perang Parit) adalah pengepungan Madinah selama 27 hari pada bulan April 627 oleh pasukan sekutu (Ahzab) kafir Quraisy dan Yahudi.

Penyerangan pasukan Sekutu dengan jumlah 10.000 orang ini berhasil digagalkan kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW, dengan pasukan hanya 3.000 orang.

Taktiknya dengan menggali parit. Taktik ini atas saran Salman al-Farisi yang berasal dari Persia.

Mereka menggali parit selama 10 hari. Setiap 10 orang menggali sejauh 40 hasta. Panjang parit 5,5 km dan lebar 4-5 meter dan dalamnya 3-4 meter. Tujuannya, untuk menghalangi kavaleri pasukan sekutu.

Pihak yang terlibat perang Kaum Muslimin (Muhajirin dan Anshar) melawan Pasukan Sekutu/Ahzab (Quraisy, Bani Nadir, dan sekutu lainnya).

Hasilnya, pasukan sekutu gagal menembus pertahanan kaum muslimin. Ditambah lagi adanya badai pasir dan perpecahan internal di pihak sekutu, sehingga membuat pasukan mereka mundur.

Piramida Sakkhara

 

SEBUAH ANALOGI

Analogi dengan perang yang terjadi sekarang, antara AS-Israel vs Iran.

Dulu atas usul Salman al-Farisi, parit itu digali untuk menahan serangan, sehingga lawan tidak bisa masuk.

Pihak Quraisy dan sekutunya kehabisan logistik, ditambah ada perpecahan dari dalam (ini hasil kerja intelijen), dan terjadi badai pasir. Akhirnya, mereka menghentikan rencana penyerangan dan mundur kembali ke Mekkah.

Dan analogi dari taktik itu, ternyata sekarang itu digunakan oleh Iran.

Kalau dulu Rasulullah menggunakan khandaq (parit), sekarang Iran menggunakan Selat Hormuz. Dan perlahan tapi pasti, Amerika mulai kuwalahan. Kehabisan logistik, mengeluarkan biaya besar dan ditinggalkan sekutunya.

Tampaknya AS & Israel bakal mengalami seperti pasukan sekutu Quraisy pada tahun 627 M dahulu. Mereka akan kehabisan logistik, semangat pasukannya jatuh dan akan mundur dari peperangan.

Sepertinya, itulah yang kira-kira akan terjadi. Marilah kita lihat bersama episode berikutnya …

KPA : 1 April 2026

Penulis

Heru Legowo

Editor

Indro Sutanto

Related Posts

Latest Posts

Populer

Membaca Menambah Wacana

Wajib Belajar dan Mencari Ilmu

Sehari di Washington DC

Share